5 Penyebab Utama yang Membuat Bisnis Startup Gagal


Bisnis Startup merupakan istilah yang digunakan untuk bisnis yang baru saja dirintis, bisnis ini berhubungan erat dengan perkembangan teknologi terkini, website, dan internet. Umumnya bisnis startup hanya memiliki jumlah karyawan yang sedikit, antara 10-20 orang.

Karena baru saja didirikan, Bisnis Startup ini masih berada dalam fase pengembangan dan penelitian. Fase ini bertujuan untuk menemukan pasar yang tepat dan potensial.

Seperti yang kami kutip dari situs Techinasia, karakteristik perusahaan startup adalah sebagai berikut:

  • Masih berkembang dan berusia kurang dari 3 tahun
  • Umumnya beroperasi melalui website dan berhubungan erat dengan teknologi
  • Pendapatan kurang dari $ 100.000 per tahun
  • Produknya berupa aplikasi digital
  • Jumlah pekerja kurang dari 20 orang



Seperti bisnis lainnya, bisnis startup juga bisa mengalami kegagalan, penyebab yang umum adalah karena pelaku bisnis tidak memiliki pemahaman tentang cara menjalankan bisnis dengan baik. Pada artikel ini akan dibahas beberapa poin yang menjadi penyebab bisnis startup gagal. Selamat membaca.

Pahami kebutuhan pasar

Apa saja penyebab bisnis startup gagal ?

Kurang memahami apa yang dibutuhkan pasar

Pada dasarnya semua bisnis dibangun untuk memenuhi kebutuhan pasar. Bisnis akan berkembang dan sukses apabila mengikuti keinginan dan perkembangan pasar. Masyarakat sebagai konsumen lebih sensitif dan tergolong mudah terpengaruh dengan sesuatu yang populer. Tugas pebisnis adalah berusaha memahami serta memenuhi permintaan dan kebutuhan mereka. Ingat pepatah ini: “Pembeli adalah raja.”

Untuk mengetahui apa yang dibutuhkan pasar sebaiknya lakukan penelitian dan survey terlebih dahulu. Berikut ini adalah 5 cara dan langkah yang bisa dilakukan:

  1. Terjun langsung ke pasar untuk mengamati secara langsung apa yang dicari dan dibutuhkan konsumen. Langkah ini akan membuat pebisnis lebih cepat mengerti tentang kebutuhan pasar.
  2. Berbicara langsung dengan calon konsumen. Korek informasi sebanyak-banyaknya dari mereka tentang kebutuhan barang dan jasa yang mereka minati.
  3. Jangan pernah ketinggalan berita terkini. Gunakan media sosial dan media lainnya untuk mencari tahu barang atau jasa yang sedang populer dimasyarakat.
  4. Cari tahu selera konsumen, karena ini adalah salah satu penyebab terbesar yang mendorong konsumen untuk belanja. Setiap konsumen memiliki selera berbeda. Kemudian catat hasilnya dan lakukan pengelompokan.
  5. Analisa semua data yang sudah terkumpul. Pebisnis handal harus mampu membuat keputusan yang tepat berdasarkan analisa data tersebut.

Kerja sama tim kurang kompak dan tidak solid

Salah satu penyebab bisnis startup gagal adalah tidak adanya kekompakan dan kesolidan pada tim kerja. Saat mendirikan bisnis, Anda tentu membutuhkan banyak orang dengan keahlian tertentu. Orang-orang ini tentu memiliki ego sendiri. Tugas Anda sebagai adalah harus mampu membangun kekompakan dan kesolidan dalam tim kerja. Kerjasama tim yang buruk justru menghambat bisnis Anda untuk berkembang.

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan agar kerjasama tim dapat terbentuk:

  1. Beritahukan tujuan bisnis Anda kepada tim dengan jelas. Misalnya untuk tim penjualan, jelaskan berapa target penjualannya, siapa target konsumennya, dan diskusikan dengan mereka cara apa saja yang perlu dilakukan agar target tersebut tercapai.
  2. Ciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan stabil. Karyawan yang bekerja di lingkungan nyaman dan stabil cenderung bekerja dengan hasil lebih baik. Kondisi ini akan mempermudah terbentuknya tim kerja yang solid.
  3. Beri pelatihan dan perintah yang jelas. Pelatihan dapat memperkuat kerjasama tim, karena disini akan tercipta komunikasi yang baik antar karyawan. Perintah yang jelas akan membuat karyawan lebih fokus pada target pekerjaan.
  4. Ciptakan budaya saling menghormati dan saling percaya. Tidak diragukan lagi bahwa untuk memperkuat kerjasama tim harus ada kondisi dimana karyawan bisa saling menghormati dan saling percaya. Sebagai pemilik bisnis, Anda harus mempelajari cara menciptakan kondisi ini.
  5. Jadilah pemimpin yang bijaksana. Ada pepatah yang mengatakan “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”, pepatah ini juga bisa diartikan bahwa seorang karyawan adalah cerminan dari gaya memimpin atasannya. Karena itu jadilah pemimpin yang bijaksana dalam setiap pengambilan keputusan. Jadilah contoh dan panutan yang baik untuk karyawan.

Selain cara di atas, sebagai pemilik bisnis, Anda bisa meperkuat kerjasama tim dengan cara membuat kegiatan diluar pekerjaan dengan karyawan, dan selalu terbuka dengan ide-ide baru yang disampaikan karyawan.

Kerjasama tim harus kompak dan solid

Manajemen keuangan yang buruk

Dalam sebuah bisnis, arus kas adalah hal penting yang harus dikelola dengan baik. Karena baru dirintis, bisnis startup sering mengalami kas kosong karena banyak hal yang harus dibeli saat memulai bisnis. Bila tidak ingin gagal dan terhenti ditengah jalan, pebisnis wajib memiliki pengetahuan tentang manajemen keuangan. Mengikuti pelatihan tentang manajemen keuangan adalah salah satu jalan yang bisa ditempuh.

Menurut jurnal.id, ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar arus kas perusahaan berjalan lancar:

  1. Pisahkan rekening pribadi dan bisnis. Bila menggunakan dua rekening terpisah, Anda akan mudah dalam mengatur keuangan. Cara ini juga dapat mencegah terpakainya uang perusahaan untuk kebutuhan pribadi.
  2. Pisahkan rekening kas masuk dan keluar. Cara ini berguna untuk mempermudah pebisnis saat memeriksa laporan keuangan dan arus keluar masuk kas.
  3. Jangan tunda pembayaran gaji. Karyawan adalah orang yang membantu Anda menjalankan bisnis. Karena itu jangan sampai menunda gaji mereka. Hargai kerja keras mereka. Bila tanggal gajian jatuh pada hari libur, Anda bisa memajukan pembayaran sehari sebelumnya.
  4. Menghemat pengeluaran. Cara ini efektif untuk menjaga kondisi kas perusahaan, coretlah daftar pengeluaran yang tidak terlalu menunjang bisnis. Alokasikan ke hal lain yang bisa meningkatkan kinerja bisnis. Gunakan cara ini dengan bijak, jangan sampai penghematan ini membuat bisnis Anda turun.
  5. Batasi pemberian diskon dan bonus untuk konsumen. Memberikan diskon dan bonus memang cara ampuh untuk menarik konsumen. Namun, sebaiknya batasi diskon tersebut dan alokasikan untuk memperbaiki layanan dan produk agar lebih baik.

Hal lain yang tak kalah pentingnya adalah membuat laporan kas perusahaan tepat waktu. Dengan begitu Anda dapat mengetahui kondisi keuangan dan dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Selain itu Anda juga bisa mengetahui sejauh mana bisnis Anda berkembang.

Salah dalam membuat keputusan



Sebagai pebisnis, suatu saat Anda akan dihadapkan pada kondisi dimana Anda harus membuat keputusan dengan cepat dan tepat. Seperti keputusan mengenai produk yang dijual, strategi pemasaran, perekrutan karyawan, pemberhentian karyawan, dan sebagainya.

Kesalahan dalam membuat keputusan adalah salah satu penyebab bisnis startup gagal. Karena itu sebelum membuat suatu keputusan, Anda harus memikirkan masak-masak.

Untuk memperkecil terjadinya kesalahan saat membuat keputusan, Anda bisa menerapkan langkah-langkah berikut ini:

  1. Gunakan informasi dan data saat membuat keputusan. Kumpulkan data dan informasi sebanyak-banyaknya terkait permasalahan yang ingin diputuskan. Intuisi memang penting, tapi jangan abaikan data yang ada.
  2. Diskusikan dengan orang yang tepat, karena tidak semua keputusan harus Anda pikirkan sendiri. Ajaklah orang-orang pilihan yang Anda percaya untuk rapat, dengan begitu Anda akan mendapat banyak ide dan masukan yang tidak pernah terlintas sebelumnya.
  3. Tentukan deadline atau batas waktu pengambilan keputusan. Sesuaikan dengan masalah yang tengah dihadapi, semakin berat masalah biasanya membutuhkan waktu yang semakin lama.. Namun, jangan sampai terlalu lama, karena Anda bisa saja kehilangan momen yang tepat. Semakin cepat semakin baik, agar waktu dan tenaga tidak terbuang percuma.
  4. Identifikasi masalah dengan detail dan teliti. Keputusan yang tepat selalu diawali dengan identifikasi masalah yang tepat. Bila Anda salah dalam mengidentifikasi permasalahan, maka keputusan Anda akan salah sasaran. Hal tersebut justru akan mengundang masalah lain yang seharusnya dapat dihindari.
  5. Singkirkan rasa takut salah dan hadapi semua resiko yang mungkin terjadi. Sebagai manusia, Anda tidak mungkin selalu benar. Meskipun nantinya Anda salah dalam mengambil keputusan, maka ini dapat menjadi pengalaman berharga yang akan mengasah dan mendewasakan karakter Anda.

Ragu saat mengubah konsep bisnis



Saat bisnis akan dirintis, Anda sebagai pebisnis pasti memiliki sebuah konsep bisnis. Seiring berjalannya waktu, konsep bisnis yang dipakai sejak awal pasti tidak dapat digunakan lagi. Hal ini karena kondisi pasar yang dinamis dapat berubah sewaktu-waktu. Seorang pebisnis harus tahu kapan waktunya mengganti konsep bisnis agar dapat bertahan.

Bila konsep awal sudah tidak cocok dengan kondisi pasar, janganlah ragu untuk mengubahnya. Yakinlah bahwa keputusan Anda ini akan membuahkan hasil kedepannya. Namun jangan lupa untuk melakukan riset dan survey terlebih dahulu.

  • Baca 6 Bisnis Startup Indonesia Tersukses dan Dikenal Hingga Mancanegara, klik disini

Terimakasih telah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini. Silahkan beri saran dan kritik di kolom komentar. Semoga bermanfaat.




Total: 1 voters

No Responses

Leave a Comment