6 Penyakit ini Mengintai Anda yang Suka Begadang


Penyakit akibat kurang tidur – Semakin banyak pekerjaan dan aktivitas yang dilakukan seseorang terkadang membuat jam tidurnya berkurang. Tugas kantor, tugas kuliah, dan pekerjaan lain yang menumpuk memaksa Anda untuk mengerjakannya sampai larut malam. Alhasil, tidur pun hanya bisa beberapa jam saja karena esok hari harus kembali bekerja dan beraktivitas.

Akibat kurangnya waktu tidur ini, Anda bisa mengalami rasa kantuk yang mendera sepanjang hari, merasa lemas, kurang fokus, kurang bersemangat, mood menjadi tidak bagus sehingga mudah marah.

Penyakit akibat kurang tidur

Ilustrasi. (Foto: Internet)

Selain itu, banyak orang yang tidak menyadari bahwa kekurangan jam tidur dapat mengundang berbagai macam penyakit kronis tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung. Beberapa penelitian juga membuktikan hal tersebut. Berikut ini adalah 6 penyakit yang disebabkan karena kurangnya waktu tidur, informasi ini kami kutip dari situs Hello Sehat.

Penyakit akibat kurang tidur:

1. Diabetes melitus tipe 2



Selama tidur, tubuh tetap mengolah glukosa untuk menjaga kadar gula darah. Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat mempengaruhi kerja glukosa dalam tubuh, sehingga meningkatkan risiko terkena penyakit diabetes melitus tipe 2.

Penelitian yang melakukan pengurangan waktu tidur pada orang sehat dari 8 jam menjadi hanya 4 jam per malam menunjukkan bahwa tubuh mereka mengolah glukosa lebih lama daripada jika mereka tidur selama 12 jam.

2. Penyakit jantung dan hipertensi

Kurang tidur dapat berkontribusi pada kenaikan tekanan darah. Penelitian menunjukkan, satu malam saja orang yang mempunyai hipertensi (tekanan darah tinggi) kurang tidur, dapat menyebabkan tekanan darah mereka naik pada hari-hari berikutnya. Dampak ini bisa berkembang menjadi penyakit jantung dan stroke.

Orang yang sudah mempunyai hipertensi sebaiknya tidur malam dalam waktu cukup agar tidak memperparah penyakitnya. Penelitian lain menunjukkan bahwa tidur terlalu sedikit (kurang dari 5 jam) dan tidur terlalu banyak (lebih dari 9 jam) dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner pada wanita.

3. Obesitas

Kurang tidur dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur kurang dari 6 jam per malam memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) lebih tinggi, dan orang yang tidur 8 jam per malam memiliki IMT paling rendah. IMT merupakan alat ukur seseorang dikatakan mempunyai tubuh kurus atau gemuk berdasarkan tinggi badan yang dimilikinya. Semakin gemuk tubuhnya, semakin tinggi pula IMT yang dimilikinya.

Kurang tidur berhubungan dengan meningkatnya rasa lapar dan nafsu makan, sehingga menyebabkan kenaikan berat badan dan obesitas. Saat tidur, tubuh memproduksi hormon yang membantu mengontrol nafsu makan, metabolisme energi, dan pengolahan glukosa. Tidur yang kurang membuat kerja hormon tersebut dan hormon lainnya terganggu.



Kurang tidur berhubungan dengan hormon yang mengatur nafsu makan, yaitu kadar leptin lebih rendah (hormon yang merangsang sinyal kenyang ke otak) dan kadar grelin lebih tinggi (hormon yang merangsang sinyal lapar ke otak). Sehingga, kurang tidur membuat tubuh merasa lapar, bahkan jika kita sudah makan.

Kurang tidur juga dapat meningkatkan produksi hormon kortisol atau hormon stres dan juga berhubungan dengan meningkatnya produksi insulin. Insulin adalah hormon yang mengatur glukosa dan penyimpanan lemak. Kadar insulin yang tinggi berhubungan dengan kenaikan berat badan, faktor risiko terjadinya obesitas.

4. Fungsi kekebalan tubuh menurun

Kurang tidur dapat membuat tubuh rentan terhadap penyakit. Tubuh dan sistemnya memerlukan waktu istirahat untuk mengisi energi kembali setelah lelah melakukan banyak aktivitas seharian. Tubuh yang diberi cukup waktu istirahat akan menghasilkan sel imum untuk melawan penyakit.

Baca juga: 5 Jenis Makanan ini Berbahaya bagi Kesehatan Otak Anda

5. Kesehatan kulit berkurang

Kurangnya waktu tidur akan membuat tubuh memproduksi hormon kortisol dalam jumlah berlebih dan menyebabkan tubuh memecah kolagen pada kulit. Apabila kandungan kolagen pada kulit berkurang kesehatan kulit akan terganggu. Kolagen adalah protein yang membuat kulit halus dan elastis. Orang yang kurang tidur kulitnya akan terlihat kurang kencang, dan muncul garis halus serta lingkaran hitam di bawah mata.

Baca juga: Inilah 10 Manfaat Brokoli, Salah Satunya Mencegah Kanker Payudara

6. Gangguan mood

Masalah kurangnya waktu tidur dalam jangka panjang, seperti insomnia dihubungkan dengan depresi, kecemasan, dan tekanan mental. Penelitian yang dilakukan pada 10.000 orang menunjukkan bahwa orang dengan insomnia lima kali lebih beresiko mengalamai depresi daripada mereka yang cukup waktu tidurnya.

Penelitian lain melaporkan bahwa orang yang tidur 4,5 jam per malam menunjukkan perasaan yang lebih stres, sedih, marah, dan kelelahan mental. Orang yang tidur 4 jam per malam juga menunjukkan penurunan pada optimisme dan kemampuan sosialisasi.


Satu-satunya cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi penyakit akibat kurang tidur di atas adalah dengan memperbaiki dan menambah jam tidur. Anda dapat mengganti waktu tidur yang kurang pada hari libur. Kurangi kebiasaan begadang pada malam hari jika memang tidak ada yang harus dilakukan.

Cobalah untuk mengurangi konsumsi minuman berkafein saat menjelang tidur. Minuman berkafein mungkin membantu mengurangi rasa kantuk pada malam hari untuk beberapa jam, tetapi dampak negatifnya adalah dapat merusak pola tidur dalam jangka panjang.

Semoga bermanfaat. Salam sukses.






Total: 0 voters
Tags:

No Responses

Leave a Comment