6 Bisnis Startup Indonesia Tersukses dan Dikenal Hingga Mancanegara


Kesadaran masyarakat Indonesia akan internet saat ini tumbuh dengan pesat dibandingkan beberapa tahun lalu. Hal ini dimanfaatkan oleh banyak pelaku usaha untuk mendirikan bisnis startup.

Apa itu bisnis startup?

Startup adalah sebutan untuk bisnis atau perusahaan yang baru saja dirintis dan masih dalam fase pengembangan. Bisnis startup berhubungan erat dengan kemajuan teknologi, website, dan internet. Produk yang dikeluarkan-pun banyak yang berupa aplikasi digital dan website.



Dulu, bisnis startup dianggap remeh, tapi sekarang banyak yang berubah menjadi bisnis raksasa yang mampu mengubah kondisi ekonomi daerah, bahkan negara. Di Indonesia bisnis startup sudah banyak yang berhasil unjuk gigi di pasar lokal, beberapa diantaranya bahkan sukses mengembangkan sayap bisnisnya hingga pasar international.

Mari kita lihat bisnis startup asli Indonesia yang sukses di dunia bisnis lokal maupun internasional. Selamat membaca.

Bisnis Startup Indonesia ini terkenal hingga mancanegara

Bisnis startup Go-Jek

Logo go-jek.com

Go-Jek (Aplikasi ojek online)

Siapa yang tak kenal Go-Jek? Saking terkenalnya, orang yang tidak punya aplikasinya-pun tahu. Bisnis startup ini didirikan oleh Nadiem Makarim dan beroperasi pertama kali pada tahun 2011 silam di Jakarta. Seiring berjalannya waktu, Go-Jek sukses melebarkan bisnisnya di pasar lokal dan kini telah ada hampir diseluruh kota di Indonesia, termasuk kota terpencil.

Karena kesuksesannya, Go-Jek pernah mendapat suntikan dana dari sebuah konsorsium international sebesar US$ 550 juta pada Agustus 2016 lalu. Pada Oktober 2016, Go-Jek sukses menyabet penghargaan ASEAN Entrepreneur Award dari World Knowledge Forum di Seoul, Korea Selatan.

Go-Jek adalah salah satu perusahaan startup yang memiliki nilai jual setidaknya US$ 1 Miliyar! Modal bisnisnya didapat dari investor lokal dan investor asing.

Untuk memenuhi kebutuhan konsumen, Go-Jek menyediakan banyak layanan seperti Go-Car, Go-Food, Go-Massage, Go-Clean, Go-Glam, Go-Pulsa, Go-Box, Go-Mart, Go-Shop, Go-Tix, Go-Med, Go-Auto, dan Go-Busway.

Selain di Indonesia, Go-Jek memiliki kantor perwakilan di Bengaluru, India.



Tokopedia (e-commerce)

Bisnis startup Tokopedia

Logo Tokopedia

Tokpedia adalah salah satu bisnis startup e-commerce (toko online) di Indonesia. Didirikan oleh William Tanuwijaya (CEO) dan Leontinus Alpha Edison. Tokopedia resmi diluncurkan pada 17 Agustus 2009 silam.

Saat ini Tokopedia telah menjelma menjadi salah satu e-commerce terbesar dan terlaris di Indonesia.

Tokopedia adalah perusahaan startup pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang mendapatkan suntikan dana dari Sequoia Capital dan SoftBank Internet and Media Inc. (SIMI). Dana yang didapatkan adalah sebesar US$ 100 juta.

Perusahaan asal Tiongkok, Alibaba, juga ikut berinvestasi dengan memberikan dana sebesar US$ 1,1 miliyar pada Agustus 2017 lalu.

Karena kesuksesannya, Tokopedia pernah terpilih sebagai Marketeers of the Year pada Markplus Conference 2015 (Markplus Inc.) dan pada Mei 2016 terpilih sebagai Best Company in Consumer Industry dari Indonesia Digital Economy Award.



Traveloka (Tiket dan hotel online)

Bisnis startup Traveloka

Traveloka

“Traveloka dulu”, slogan satu ini tentu sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Slogan tersebut sukses membuat Traveloka menjadi pilihan utama dalam memesan tiket pesawat, kereta api, hingga hotel dan penginapan.

Bisnis startup Traveloka ini didirikan oleh Ferry Unardi (CEO), Derianto Kusuma (CTO), dan Albert Zhang (Head of Design) pada 2012 silam.

Transformasi layanan Traveloka:

  • 2012: Awalnya traveloka hanya melayani informasi perbandingan harga tiket dari banyak situs online.
  • 2013: Traveloka membuka pelayanan pemesanan tiket secara mandiri.
  • 2014: Traveloka membuka pelayanan pemesanan kamar hotel / penginapan. Traveloka meluncurkan aplikasi gratis di Play Store untuk Android dan iOS.

Sebagai salah satu bisnis startup yang telah sukses, Traveloka berhasil mendapatkan dana dari investor seperti East Venture, Expedia, dan beberapa investor lain. Total dana yang didapatkan adalah sebesar US$ 550 juta (lebih dari Rp 6 Triliun).

Selain di Indonesia, Traveloka juga membuka layanan di negara lain seperti Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, Singapura.

HIJUP (e-commerce busana muslim)

Bisnis Startup Hijup

Logo Hijup

HIJUP adalah satu dari sekian banyak bisnis startup Indonesia yang sukses hingga mancanegara. Salah satu Islamic fashion e-commerce pertama di dunia ini didirikan pada tahun 2011 silam atas inisiatif dari Diajeng Lestari (CEO).

HIJUP merupakan e-commerce yang menjual aneka busana dan aksesoris untuk wanita muslim, pakaian anak-anak, dan lainnya. Melalui website-nya (hijup.com), HIJUP sukses menggandeng 120 merk dari 30 desainer lokal.

Deretan desainer yang digandeng HIJUP antara lain adalah Jenahara, Rani Hatta, Ria Miranda, Vivi Zubedi, Hannie Hananto, Zaskia Sungkar, Restu Anggraini, dan Ayu Dyah Andari. Untuk Brand Ambassador HIJUP menggandeng artis Dian Pelangi dan Laudya Cynthia Bella.

Selain Indonesia, konsumen HIJUP berasal dari banyak negara Asia, Timur Tengah, Eropa, dan negara di Amerika Utara.

eFishery (Teknologi pemberi makan ikan)

Bisnis startup eFishery

Logo eFishery

Bisnis startup ini didirikan oleh Gibran Huzaifan, alumnus jurusan Biologi ITB, tahun 2012 lalu. Produk yang dijual adalah berupa teknologi alat pemberi makan otomatis untuk bisnis budidaya ikan.

Teknologi eFishery ini mampu memberi makan ikan secara otomatis serta mendeteksi nafsu makan ikan. Teknologi eFishery dilengkapi dengan sensor untuk mencatat data pemberian makan ikan secara real-time dan bisa dipantau melalui jaringan internet.

eFishery pernah meraih juara pertama dalam sebuah kompetisi startup Get In the Ring (GITR), di Rotterdam, Belanda, pada 2014 lalu. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Erasmus Centre for Entrepreneurship.

iGrow (Investasi pertanian)

Bisnis startup iGrow

Aplikasi iGrow

iGrow adalah sebuah aplikasi yang digunakan untuk berinvestasi dibidang pertanian. Jadi, Anda dapat berinvestasi meskipun tidak memiliki lahan maupun kemampuan bercocok tanam.

Anda cukup mendaftar kemudian memilih lahan serta jenis tanaman, setelah itu investasikan uang Anda. Sistem bagi hasil yang digunakan adalah 40% untuk Anda, 20% untuk petani, 20% untuk iGrow. Untuk informasi lengkap silahkan kunjungi link ini.

Bisnis ini didirikan oleh Andreas Senjaya, Muhaimin Iqbal, dan Jim Oklahoma pada tahun 2015 lalu. iGrow pernah mendapatkan penghargaan internasional seperti Istanbul Startup dan menjadi startup terbaik di EuroAsia. Selain di Indonesia, bisnis startup ini sedang mengincar lahan di negara lain seperti Turki dan Jepang.

  • Baca artikel 5 Penyebab Utama yang Membuat Bisnis Startup Gagal silahkan klik disini

Sebenarnya masih banyak bisnis startup lainnya di Indonesia. Tapi, 6 bisnis startup di atas menurut pendapat saya adalah yang paling sukses, mereka mampu bersaing dan mengembangkan bisnis hingga akhirnya dikenal di dunia internasional.

Silahkan tulis pendapat dan saran Anda pada kotak komentar. Terima kasih.


Total: 0 voters

No Responses

Leave a Comment