Menguntungkan, Peluang Usaha Kuliner Berbahan Dasar Pisang


Menguntungkan, Peluang Usaha Kuliner Berbahan Dasar Pisang | Pisang merupakan jenis buah yang mudah ditemui Indonesia, harganya pun murah dan terjangkau. Pisang bisa dimakan langsung dan bisa diolah menjadi pisang goreng, kolak pisang, bolu pisang, dan makanan yang lainnya. Kita pun bisa dengan mudah menjumpai pedagang yang menjual pisang maupun makanan berbahan dasar pisang.

Karena Pisang termasuk buah yang mudah diolah menjadi berbagai macam makanan, peluang usaha dan bisnisnya pun cukup menjanjikan. Hal ini dibuktikan dengan munculnya usaha makanan baru yang berbahan dasar pisang. Contohnya adalah ‘O Banna Pisang Bulat Crispy’ dan ‘Pisang Mantap’.





 

‘O’Banna Pisang Bulat Crispy’ menawarkan menu pisang bulat yang digoreng renyah dengan berbagai tambahan topping seperti cokelat, keju, susu dan aneka rasa selai. Sedangkan ‘Pisang Mantap’ menyajikan menu pisang goreng kekinian dengan aneka taburan di atasnya, mulai coklat serut, pasta coklat dan lainnya.

Saat ini keduanya membuka peluang usaha dengan menawarkan paket kemitraan. Kami akan mengulas secara ringkas keduanya, dan bila berminat Anda bisa menjadikannya sebagai bahan referensi. Berikut ulasan ringkas yang kami rangkum dari situs Kontan.co.id :

Peluang Usaha Bisnis Olahan Pisang

 

Peluang Usaha Kuliner Berbahan Dasar Pisang


Mencicipi legit peluang manis pisang O Banna

Peluang Usaha Kuliner | O Banna Pisang Bulat Crispy adalah salah satu pemain di bisnis pisang olahan. Menu yang disajikan adalah pisang bulat yang digoreng renyah dengan berbagai tambahan topping seperti cokelat, keju, susu dan aneka rasa selai. Bisnis ini dimiliki oleh Hisbullah Hasan Hanafi.

Karena bisnis pisang olahan ini masih cukup menjanjikan, Hasan Hanafi mulai melakukan ekspansi bisnis dengan cara menawarkan paket kemitraan. Sebelumnya, ia menawarkan paket kemitraan ekonomi, sekarang ia mulai menawarkan kemitraan dengan  paket investasi yang lebih besar.

Tepatnya pada awal tahun 2016, Hasan menawarkan tiga paket berbeda, yakni paket kabupaten / kota Rp 25 juta, paket karesidenan Rp 125 juta dan paket provinsi Rp 300 juta. Menurut Hasan Hanafi, Mitra dari paket ini akan jadi perwakilan pusat sekaligus agen distributor bahan baku resmi untuk wilayah masing-masing.

Hasan menjelaskan untuk mitra paket kota / kabupaten akan bertanggung jawab terhadap mitra di satu kota. Sedangkan mitra paket karesidenan akan bertanggung jawab untuk mitra di lima kota / kabupaten. Dan mitra paket provinsi, tentu bakal bertanggungjawab untuk mitra dalam satu provinsi. Paket kemitraan ini untuk mempermudah distribusi bahan baku.

Adapun perbedaan lainnya dari ketiga paket tersebut terletak pada jumlah booth, peralatan usaha dan bahan baku awal. Untuk paket kota / kabupaten bakal mendapat 5 booth, paket karesidenan ada 25 booth dan paket provinsi 50 booth. Enaknya, mitra bisa mengelola sendiri paket booth tersebut atau menjual kembali yang setara dengan paket kemitraan ekonomis.



O’Banna Pisang Bulat Crispy menawarkan menu pisang bulat yang digoreng renyah dengan berbagai tambahan topping seperti cokelat, keju, susu dan aneka rasa selai. Untuk satu porsi berisi 5 buah pisang bulat dibanderol Rp 10.000. Jadi harga per buahnya sekitar Rp 2.000. Namun Hasan mengatakan pihak pusat tidak mematok kaku harga jual.

Hasan memperkirakan satu booth O Banna Pisang Bulat Crispy dapat mengantongi omzet Rp 500.000 – Rp 1 juta per hari. Itu belum termasuk penjualan bahan baku. Ia proyeksi penjualan bahan baku bisa mencapai Rp 15 juta – Rp 75 juta per bulan, tergantung jumlah gerai mitra di tiap wilayah.

Adapun biaya bahan baku bisa mencapai 50% dari total omzet. Laba bersih yang dikantongi mitra antara 30%-40%. Dengan kondisi itu, mitra bisa balik modal pada bulan ke 10 atau maksimal kurang dari dua tahun. Kalau ada yang tertarik, Hasan masih membuka pintu karena ingin menambah 50 mitra baru lagi tahun 2018.

Jenis Paket: Paket Kabupaten / Kota Paket Karesidenan Paket Provinsi
Nilai Investasi: 25 Juta 125 Juta 300 Juta
Fasilitas yang didapat: 5 Booth 25 Booth 50 Booth
Tanggung jawab: Bertanggung jawab terhadap mitra di satu kota. Bertanggung jawab terhadap mitra di 5 Kabupaten / kota. Bertanggung jawab terhadap mitra satu provinsi

Bila Anda berminat silahkan hubungi: O Banna Pisang Bulat Crispy – HP. 082 137 036 000 / 087 734 996 000

Peluang Usaha Kuliner Berbahan Dasar Pisang

Ilustrasi. (Foto: Internet)

Baca juga: Peluang Usaha Gerai Minuman Cokelat, Susu Segar dan Jeruk Peras


Menyantap legit peluang Pisang Mantap

Peluang Usaha Kuliner | “Pisang Mantap” didirikan oleh Julian Nugraha pada 2017 lalu di Palembang. Ia melihat potensi usaha ini masih sangat bagus. Hal ini terlihat dari usaha pisang goreng tetap eksis sampai sekarang. Pisang Mantap menyajikan pisang goreng kekinian, dengan memberikan aneka taburan di atasnya, mulai coklat serut, pasta coklat dan lainnya.

Setelah mendapatkan respon yang baik dari pasar, Julian mulai menambah tiga cabang gerai Pisang Mantap. Semuanya ada di Palembang. Selain itu, Julian juga ingin memperluas jangkauan pasarnya. April 2018 lalu, dia menawarkan kemitraan Pisang Mantap.

Meski belum ada sebulan, sudah ada beberapa calon mitra yang tertarik bergabung. Mitra-mitra ini tertarik untuk membuka gerai di luar Palembang, seperti Riau, Jambi, Jawa Timur dan Jawa Tengah.




Pisang Mantap menyasar konsumen kalangan menengah. Harga pisang goreng kekinian ini dijual Rp 16.000 – Rp 23.000 per porsi. Tersedia delapan macam taburan, diantaranya coklat serut, keju, Oreo, dan Nutella. Rasa pisang goreng Pisang Mantap ini renyah, taburannya pun tidak membuat eneg saat dimakan.

Kemitraan Pisang Mantap, Julian tawarkan dengan investasi senilai Rp 12 juta. Fasilitas yang didapatkan adalah bahan baku awal sebanyak 150 porsi, perlengkapan masak, branding, dan pelatihan. Untuk gerobaknya, mitra bisa membuat sendiri, supaya biaya yang dikeluarkan mitra lebih murah daripada harus dikirim pusat.

Tidak sama dengan kemitraan lainnya, Julian bakal memberikan resep produknya. Sehingga yang harus dibeli secara berulang ke pusat adalah kemasan.

Berdasarkan perhitungan Julian, dalam waktu dua sampai tiga bulan mitra sudah bisa balik modal. Dengan catatan, gerai mitra bisa mengumpulkan omzet penjualan Rp 700.000 per hari. Setelah dikurangi biaya belanja bahan baku dan lainnya, porsi keuntungan bersih yang bisa dikantongi mitra masih sekitar 30% dari omzet per bulan.

Baca juga: Peluang Usaha Gerai Kuliner Brownies, Bolu Jepang dan Martabak


Peluang Usaha Kuliner yang kami ulas diatas bisa Anda jadikan sebagai bahan referensi. Semoga artikel ini dapat memberi banyak manfaat untuk Anda. Salam sukses.


Total: 0 voters

No Responses

Leave a Comment